www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,9 September 2026-Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan menyusul potensi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga pneumonia.
Kepala Dinkes Jabar, Raden Vini Adiani Dewi mengatakan, sejumlah rumah sakit telah disiapkan sebagai fasilitas rujukan untuk menangani kasus gangguan pernapasan berat di wilayah Bandung Raya.
Rumah sakit tersebut yakni Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, RSUD Kota Bandung, dan RSUD Bandung Kiwari.
“Yang paling perlu diwaspadai adalah ISPA dan iritasi saluran pernapasan, terutama batuk, tenggorokan terasa gatal, pilek, sesak atau rasa berat di dada,” ujar Vini dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, paparan abu vulkanik dengan konsentrasi tinggi dapat mengganggu saluran pernapasan. Kondisi tersebut lebih berisiko bagi kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Pada paparan berat, kata Vini, gangguan kesehatan yang awalnya berupa keluhan pernapasan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, termasuk pneumonia.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak diminta meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan, ambulans, oksigen, pulse oximeter, obat-obatan, masker atau respirator, serta alat pelindung diri (APD).
Dinkes Jabar juga mengaktifkan kesiapsiagaan pos kesehatan sesuai tingkat sebaran abu vulkanik dan kebutuhan pelayanan masyarakat.
Surveilans harian juga diperkuat untuk memantau kasus gangguan pernapasan, asma, PPOK, iritasi mata, gangguan kulit, hingga cedera.