Jumat, 25 Sep 2026
Home
Search
Menu
Share
More
24 Sep 2026 04:53 - 2 menit reading

Pemerintah Sudah Bangun 182 Sekolah Rakyat di Indonesia, 24 Diantaranya Beroperasi di Jawa Barat

www.JendelaPeristiwa.com.ǁJawa Barat,24 September 2026-Sudah ada 182 Sekolah Rakyat yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Dari sjumlah itu, sebanyak 24 di antaranya berada di Jawa Barat,

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf  mengatakan pemerintah terus berupaya menambahkan kuantitas dan menargetkan tiap wilayah tingkat kabupaten/kota memiliki Sekolah Rakyat.

“Sekarang sudah ada 182 titik kemudian di Jabar 24 titik yang sudah beroperasi,” kata Gus Ipul usai membuka kegiatan Pelatihan Pengasuhan Bagi Wali Asuh dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Sekolah Rakyat di Aula BBPPKS, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026).

Gus Ipul mengungkapkan, mayoritas Sekolah Rakyat masih bergulir di gedung sementara. Menurutnya, kendala utama membangun gedung permanen untuk Sekolah Rakyat adalah masalah ketersediaan lahan.

Saat ini, dari 182 Sekolah Rakyat baru 92 yang bergulir di gedung permanen.

“(hambatannya?) Lahan. Jadi memang hambatannya lahan. Lahan disediakan oleh kabupaten/kota atau provinsi kemudian pembangunannya itu oleh APBN atas arahan bapak presiden yang membangun kementerian PU,” ungkapnya.

Di sisi lain, kualitas Sekolah Rakyat terus dikuatkan agar tujuan didirikannya Sekolah Rakyat dapat tercapai. Salah satu dengan Pelatihan Pengasuhan Bagi Wali Asuh dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Sekolah Rakyat di Aula BBPPKS, Lembang, Bandung Barat.

Ia mengungkapkan, secara total, ada  998 wali asuh dan wali asrama di seluruh Indonesia mengikuti pelatihan yang sama. Mereka terbagi dalam enam regional lokasi pelatihan, yakni Regional Padang 198 orang, Regional Yogyakarta 200 orang, Regional Banjarmasin 145 orang, Regional Makassar 200 orang, dan Regional Jayapura 55 orang serta 200 orang dari Regional Bandung.

“Ini pelatihan agar mereka menjalankan tugasnya dengan baik, benar terukur, dan mampu mendampingi, mengasuh siswa Sekolah sampai mereka lulus, mereka harus bekerja dengan penuh empati, dengan hati, totalitas karena yang didampingi ini adalah sisw-siswa istimewa, dari berbagai latar belakang, ada yang putus sekolah sebelumnya, ada yang pintar, ada kelas 1 SMA belum bisa baca, macam-macam,” katanya.

Karena Sekolah Rakyat bersifat boarding school atau asrama, tambah Gus Ipul, maka siswa tidak hanya mendapatkan edukasi secara umum, namun juga pembentukan karakter.

“Ada pendidikan keasramaan, ada pendidikan sekolah pada umumnya. Dua-duanya dikombinasikan untuk membentuk siswa sekolah rakyat agar lebih percaya diri, menatap masa depan, memiliki ilmu yang cukup pintar, berkarakter dan yang terakhir punya keterampilan,” tandasnya.